Sistem Koloid: Pengertian, Larutan, Sifat, Jenis, Contoh

Sistem Koloid

Di dunia ini tidak pernah lepas dari zat, baik itu yang homogen ataupun heterogen. Salah satu campuran zat yang dikenal dalam ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah koloid.

Campuran tersebut merupakan zat heterogen atau dua fasa yang tersebar secara merata dalam zat lainnya. Sehingga ukurannya sangat kecil yaitu dalam satuan nm.

Pengertian Koloid

Koloid merupakan suatu campuran zat dua fasa atau heterogen yang di dalamnya terdiri dari dua zat atau lebih. Partikel zat yang dipecah atau fasa terdispersi tersebut tersebar secara merata di dalam zat lainnya.

Campuran zat tersebut berukuran sangat kecil yaitu 1 hingga 100 nm saja. Ukuran yang dimaksud tersebut berupa diameter, lebar, tebal dan panjang dari partikel.

Dalam kehidupan, berbagai macam campuran tersebut, larutan, dan suspensi dapat ditemukan dengan mudah tanpa disadari. Sebagai contoh, jika membuat teh manis, tentu saja terdapat larutan gula di dalamnya.

Contoh lainnya seperti larutan garam, alkohol 70 persen, dan spritus. Sedangkan untuk koloid sendiri dapat berupa santan, susu, sabun, mentega, selai, dan bahan lainnya yang lebih kental dari larutan.

Sedangkan untuk campuran suspensi dapat ditemukan pada air sungai yang keruh. Jika Anda membuat campuran air dengan pasir pasti akan menghasilkan endapan di dalamnya. Campuran tersebut dapat dinamakan sebagai campuran suspensi.

Pembahasan serupa di Wikipedia

Perbandingan Koloid, Larutan dan Suspensi

Sebagai bentuk campuran yang keadaannya di tengah antara larutan suspensi, tentu saja ukuran zat di dalamnya berbeda-beda. Berdasarkan ukuran zat yang di dispersikan, maka terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu.

1. Dispersi kasar

Dispersi kasar ini jika partikel zat yang terdispersikan tersebut berukuran lebih besar dari 100 milimikron atau 100 nm. Partikel tersebut dinamakan dengan suspensi.

2. Dispersi halus

Dispersi halus merupakan partikel zat yang terdispersikan dengan ukuran 1 hingga 100 nm, partikel tersebut yang dinamakan dengan koloid.

3. Dispersi molekuler

Dispersi molekuler merupakan larutan sejati dengan ukuran partikel sangat kecil yaitu  kurang dari 1 nm, sehingga sudah tercampur dengan zat lainnya.

Sifat-sifat Koloid

Partikel halus ini mempunyai sifat yang khas sehingga dapat membedakan dengan sifat larutan ataupun suspensi. Sifat tersebut dibedakan menjadi sebagai berikut.

1. Efek Tyndall

Pada dispersi halus ini, partikel cukup besar sehingga dapat memantulkan serta menghamburkan sinar atau cahaya yang berada di sekelilingnya. Sifat memantulkan dan menghamburkan cahaya ini disebut dengan efek tyndall. Perbedaannya dengan larutan, larutan tidak mempunyai sifat memantulkan atau menghamburkan cahaya.

2. Gerak Brown

Jika  cahaya dipusatkan pada dispersi halus. Anda dapat mengamatinya dengan alat ultramikroskop. Dengan menggunakan alat tersebut, maka akan tampak partikel halus yang merupakan partikel kecil dan dapat memantulkan sinar atau cahaya dan bergerak secara acak.

Hal tersebut terjadi karena molekul yang berukuran medium dispersi lebih kecil bergerak dan kecepatan tinggi.

Gerakan tersebut yang mengakibatkan adanya tumbukan dengan partikel lainnya yang lebih besar yang tidak berhenti dan dari semua sisi pada saat yang sama. Sehingga terjadi gerakan zig zag secara acak  atau gerakan tersebut dikenal dengan gerak brown.

3. Elektroforesis

Sifat selanjutnya adalah Elektroforesis yang merupakan gerakan partikel halus dalam medan listrik. Jika arus listrik yang bertegangan rendah dialirkan ke dalam dispersi halus tersebut, maka partikel halus akan bergerak menuju elektrode yang positif atau elektrode negatif. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa partikel halus dalam medium pendispersianya dapat bermuatan listrik.

4. Adsorpsi

Partikel halus atau koloid yang bermuatan listrik terjadi karena permukaan partikel halus tersebut dapat menarik partikel disekitarnya, baik yang bermuatan listrik atau tidak.

Sehingga disebut juga dengan proses adsorpsi. Beberapa proses yang menggunakan sifat ini adalah pemutihan gula, pembuatan obat norit serta proses penjernihan air.

Munculnya sifat tersebut berkaitan dengan beberapa hal berikut ini.

a. Muatan 

Muatan dapat terjadi karena penyerapan partikel yang bermuatan listrik pada permukaan partikel halus tersebut.

b. Koagulasi

Koagulasi adalah penggumpalan yang merupakan proses pengendapan partikel halus.

c. Pelindung

Partikel halus yang dicampurkan dalam partikel lain sehingga membuat sistem ditambahkan menjadi stabil dan dapat menjadi pelindung bagi partikel halus tersebut.

d. Dialisis

Dialisis merupakan proses pemurnian pada sistem partikel halus yang berasal dari ion pengganggu dengan menggunakan selaput semi parmeabel.

Jenis Koloid

Pada sistem partikel halus, fasa terdispersi dan juga medium pendispersi dapat berupa zat padat, gas atau cair. Sehingga berdasarkan fasa terdispersi dan medium pendispersi tersebut partikel halus dikelompokan menjadi sebagai berikut.

1. Sol

Jenis partikel halus ini dapat berupa sol emas, tinta dan cat. Terbentuk dari fasa terdispersi yang berupa padatan dan untuk medium pendispersinya berupa cairan sehingga dapat menghasilkan benda tersebut.

2. Sol padat

Untuk sol padat ini merupakan gelas berwarna atau intan hitam yang diproses dengan fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa padatan juga sehingga hasilnya berupa benda padat.

3. Emulsi

Untuk jenis partikel halus ini diproses dengan fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersi berupa cairan juga, sehingga menghasilkan benda berupa susu, santan, dan minyak ikan.

4. Emulsi padat

Untuk jenis emulsi padat ini menggunakan fasa terdispersi berupa cairan dan untuk fasa pendispersi berupa padatan, sehingga dapat menghasilkan benda berupa jelly, mutiara atau keju.

5. Aerosol padat

Jenis partikel halus ini menggunakan proses fasa terdispersi berupa padatan dan untuk fasa pendispersinya berupa gas, sehingga menghasilkan benda seperti debu dan asap.

6. Aerosol cair

Untuk jenis ini, sistem partikel halus menggunakan fasa terdispersi berupa cairan dan untuk fasa pendispersi berupa gas, sehingga menghasilkan benda seperti kabut, hair spray dan juga awan.

7. Buih

Buih merupakan jenis partikel halus yang terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersi berupa cairan, sehingga menghasilkan benda seperti buih sabun dan buih detergen kocok.

8. Buih padat

Untuk buih padat terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersi berupa padatan. Dari sistem tersebut menghasilkan benda berupa karet busa dan batu apung.

Dalam pengertian lainnya, koloid merupakan suatu sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar daripada larutan. Namun, partikel tersebut lebih kecil dari suspensi atau campuran kasar.

Partikel tersebut terdiri dari dua bentuk, yaitu fasa terdispersi atau zat yang di dispersikan dan juga fasa medium pendispersi atau medium yang digunakan untuk mendispersikan.

Tidak ada komentar untuk "Sistem Koloid: Pengertian, Larutan, Sifat, Jenis, Contoh"

Berlangganan via Email