Barometer: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis dan Contoh

Barometer

Udara merupakan salah satu sumber daya alam yang ada di muka bumi, dimana udara memiliki senyawa gas dan partikel yang berguna bagi kehidupan di dunia.

Ternyata udara ini memiliki tekanan yang berbeda di setiap tempat sehingga terjadilah yang namanya perbedaan iklim, nah untuk mengukur tekanan tersebut sekarang sudah bisa dilakukan dengan menggunakan alat bernama Barometer.

Tekanan udara sendiri kini dapat dimanfaatkan oleh manusia di berbagai bidang, mulai dari penelitian cuaca, bidang transportasi, kesehatan, dan masih banyak lainnya. Tak heran penggunaan alat barometer tersebut sangatlah sering dilakukan di zaman modern ini.

Pengertian Barometer

Barometer merupakan sebuah alat yang berguna untuk mengukur tekanan udara, alat ini mulai ditemukan pada tahun 1665 yang diperkenalkan oleh ilmuwan bernama Robert Boyle yang berasal dari Irlandia.

Penemuan alat ini menjadi awal mula pengetahuan akan udara yang memiliki massa, tekanan, serta ukuran yang berbeda-beda di setiap tempat.

Hadirnya barometer membuat berbagai bidang pengetahuan sangat berkembang pesat, terutama di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Barometer kini digunakan untuk mengetahui kondisi iklim dan cuaca di suatu tempat dengan mengukur tekanan udara yang ada di atmosfer.

Fungsi Barometer

Fungsi Barometer

Fungsi utama Barometer adalah untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat tertentu, hal ini biasa dimanfaatkan untuk mengetahui perubahan cuaca yang terjadi.

Disini barometer bekerja dengan mengukur tekanan udara di atmosfer dalam jangka waktu tertentu, semakin rendah tekanan udara maka semakin besar kemungkinan akan terjadi cuaca yang buruk.

Selain untuk mengetahui kondisi iklim dan cuaca di suatu tempat, alat ini juga mulai digunakan di berbagai bidang lainnya. Misalnya saja penggunaan barometer pada pesawat, kapal, pelabuhan, dan masih banyak lagi lainnya.

Seiring berkembangnya zaman kini barometer juga memiliki banyak sekali jenisnya, dimana setiap jenis memiliki fungsi serta keunggulannya masing-masing. Tentu saja hal ini sangat bagus untuk ilmu pengetahuan yang pastinya akan membuat penggunaan alat ini semakin berguna di masa yang akan datang.

Pembahasa serupa di Wikipedia

Jenis-jenis Barometer

1. Barometer Air

Jenis yang pertama ialah Barometer Air atau biasa disebut dengan Termometer Geothe, jenis ini menggunakan air sebagai media untuk mengetahui tekanan udara.

Disini ia memiliki bentuk seperti wadah yang terbuat dari kaca dan bersifat tertutup, kemudian terdapat air setengah dan sebuah cabang kecil berupa tabung kecil yang berguna untuk mengukur tekanan udara.

Bila air yang ada di tabung tersebut mengalami kenaikan hingga melebihi permukaan air yang ada di wadah, maka ia menandakan bahwa tekanan udara di atmosfer sedang mengalami penurunan. Sedangkan bila level air di tabung lebih rendah dari pada pada wadah kaca, maka tekanan udara sedang mengalami kenaikan.

Barometer air ini merupakan yang paling sederhana dari jenis lainnya, tak heran penggunaannya sudah digantikan dengan yang lebih modern. Umumnya ia digunakan untuk mengukur cuaca yang ada di wilayah tertentu pada abad ke-19.

2. Barometer Air Raksa

Selanjutnya terdapat Barometer air raksa yang memiliki bentuk hampir sama dengan barometer sebelumnya, namun disini bagian dari barometer air raksa lebih kompleks dan lebih akurat dalam mengetahui tekanan udara yang ada di atmosfer.

Barometer air raksa terdiri dari tabung kaca yang berbentuk vertikal, dimana di dalamnya terdapat merkuri yang nanti akan digunakan saat proses menghitung tekanan udara. Tabung kaca tersebut memiliki lubang di bawahnya dan tertutup rapat di bagian atas.

Cara menggunakan alat ini adalah dengan menenggelamkan tabung kaca yang berisi merkuri ke air raksa yang telah disediakan.

Disini bila air merkuri mengalami kenaikan, maka bisa dipastikan bahwa tekanan udara sedang mengalami kenaikan.

Sedangkan bila air merkuri turun maka tekanan udara juga mengalami penurunan, hal ini menandakan akan terjadi cuaca buruk ataupun badai.

3. Barometer Aneroid

Pada tahun 1843 muncullah barometer yang bernama Aneroid, jenis ini menggunakan wadah yang terbuat dari logam untuk dapat mengukur tekanan udara.

Lalu ada semacam kotak yang memiliki kelenturan, sehingga bisa mengembang dan juga mengempis saat tekanan udara mengalami perubahan.

Cara menggunakan alat ini sangatlah mudah, pertama kosongkan wadah hingga ia kedap udara. Lalu perhatikan kotak yang bisa mengembang dan mengempis tersebut, ia akan bergerak dan wadah secara otomatis menerjemahkan pergerakan kotak sehingga akan terlihat tekanan udara tertentu.

4. Barometer Barograph

Perkembangan barometer Aneroid sangatlah pesat hingga memunculkan barometer baru bernama Barograph, barometer ini merupakan perkembangan dari jenis sebelumnya yang diperkuat keakuratan dari alat tersebut. Barometer Barograph menggunakan media kertas sebagai alat untuk memperlihatkan tekanan udara yang ada.

Penggunaan barometer ini seringkali digunakan untuk berbagai macam penelitian waktu itu, dimana ia bisa mencatat tekanan udara secara real time.

Cocok untuk mengetahui tekanan udara suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama, sehingga bisa didapatkan seluruh data tekanan udara di suatu tempat secara menyeluruh.

5. Barometer Modern

Jenis barometer yang terakhir adalah jenis yang dipakai di masa modern ini, ia memiliki bentuk seperti jam yang memiliki jarum penunjuk serta angka dari tekanan udara tersebut. Alat ini bisa digunakan secara otomatis dan tidak perlu menggunakan cara manual lagi.

Cukup dengan menekan tombol aktif maka alat ini akan menghitung tekanan udara yang ada di sekitarnya, dengan begitu tekanan udara atmosfer bisa diketahui dengan angka yang sangat tepat. Hal ini dikarenakan peran teknologi mesin juga sangat berpengaruh terhadap penciptaan alat tersebut.

Barometer memang memiliki banyak sekali fungsi yang bagus untuk kehidupan manusia, barometer sangat berguna untuk melihat cuaca dan kondisi yang akan datang.

Sehingga bermanfaat untuk berbagai alat transportasi seperti pesawat, kapal, ataupun transportasi lainnya. Disini ukuran tekanan udara menjadi tolak ukur apakah transportasi bisa berangkat ataupun tidak.

Selain itu barometer bisa digunakan untuk penelitian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam melihat kondisi alam.

Bencana alam seperti badai, gempa, hingga tsunami bisa di deteksi dengan menggunakan bantuan barometer tersebut. Hal inilah yang menyebabkan alat tersebut memiliki peran yang sangat penting terhadap keamanan dari bencana alam di sekitar.

Tidak ada komentar untuk "Barometer: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis dan Contoh"

Berlangganan via Email