Abstrak: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis dan Contoh

Abstrak

Abstrak telah lama menjadi bagian penting yang turut melengkapi sebuah laporan penelitian, tugas akhir maupun karya ilmiah.

Umumnya ia menjadi wajah dari sebuah laporan penelitian dan diletakkan di bagian awal halaman. Isinya mengenai penjelasan secara informatif namun singkat dan general mengenai keseluruhan isi tulisan.

Bagi mereka yang telah akrab dengan laporan dan karya ilmiah, penulisan abstrak tentu bukanlah menjadi suatu masalah besar.

Namun, tentu akan berbeda bagi orang yang awam mengenai dunia laporan penelitian. Istilah ini pasti akan terdengar asing di telinga. Atau malah, coret-coretan dalam lukisan yang tak beraturanlah yang akan terbayangkan di benaknya.

Definisi Abstrak

Secara harfiah, abstrak bisa didefinisikan sebagai sebuah intisari yang ringkas, padat dan jelas yang mencakup keseluruhan isi karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah yang dimaksud dapat berbentuk skripsi, tesis, disertasi, laporan hasil penelitian dan lain sebagainya. Ringkasan ini haruslah akurat jelas dan tak lebih dari satu halaman, serta tak mengandung tafsiran berupa kritikan, saran, dan sebagainya.

Penulisan intisari ini biasanya dituliskan dalam dua versi bahasa, yakni bahasa Inggris sebagai bahasa general, dan bahasa Ibu di mana laporran tersebut dibuat.

Penggunaan dua jenis bahasa ini dimaksudkan untuk mempermudah akses terhadap laporan tersebut agar dapat dijadikan referensi bagi semua kalangan dengan background bahasa yang berbeda.

Pembahasan serupa di Wikipedia

Pengertian Abstrak Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda-beda mengenai pengertian abstrak dalam bidang kepenulisan. Dari beberapa perbedaan yang ada, di antaranya sebagai berikut;

1. Frederick Wilfrid Lancaster

Menurut Frederick Wilfrid Lancaster, istilah ini dapat diartikan sebagai representasi secara ringkas namun akurat terkait isi suatu dokumen.

Meski menggunakan beberapa kalimat seperti yang ada dalam dokumen yang bersangkutan, ringkasan ini bukanlah seperti kutipan langsung dari penulisnya. Ringkasan ini cenderung berupa penggalan teks yang dibuat oleh sang penulis intisari.

2. Clarence W. Rowley

Clarence W. Rowley memiliki pendapat yang hampir sama dengan Lancaster. Ia mengartikan istilah ini sebagai suatu bentuk penyajian isi dokumen secara ringkas dan akurat.

Namun ia menambahkan bahwa gaya penulisan dalam sebuah ringkasan tersebut haruslah sama dengan gaya bahasa yang dimiliki dokumen asli.

3. International Standard Organization (ISO)

Sesuai dengan ketentuan ISO, pengertian abstrak diartikan sebagai sebuah uraian singkat namun akurat yang mampu mewakili isi suatu dokumen.

Uraian tersebut harus murni tanpa tambahan interpretasi berupa kritikan atau saran, dan harus dibuat tanpa melihat siapa yang bertanggungjawab membuat sari karangan tersebut.

4. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Sesuai dengan KBBI, istilah ini diartikan dalam dua versi. Yang pertama, diartikan sebagai sesuatu yang tidak berwujud, tak berbentuk, mujarad, niskala. Sedangkan yang kedua, diartikan sebagai ikhtisar dari sebuah karangan, laporan, karya ilmiah dan sebagainya, ringkasan, inti.

Fungsi Abstrak

Seperti telah disinggung di awal penjelasan, fungsi utama sebuah abstrak adalah untuk menjelaskan secara singkat dan memberikan gambaran umum mengenai suatu penelitian. Fungsi yang lainnya adalah;

1. Sebagai komponen utama laporan hasil penelitian

Dalam setiap laporan hasil penelitian yang resmi dan diakui, keberadaan ringkasan ini merupakan sesuatu yang sangat krusial dan sudah menjadi keharusan yang tak bisa ditawar.

Tata letaknya juga harus berada di bagian depan sebuah laporan serta menjadi wajah dari sebuah karya ilmiah. Tanpa keberadaan ulasan singkat ini, penelitian akan terasa kurang dan sulit untuk dipelajari.

2. Sebagai gambaran umum mengenai isi laporan penelitian

Fungsi ringkasan di halaman depan sebuah laporan penelitian ini memang untuk memberikan gambaran umum mengenai isi dari keseluruhan laporan penelitian yang begitu tebal.

Tanpa adanya abstrak sebuah laporan akan terlihat sangat menjemukan. Tentu saja sangat membosankan jika harus membaca keseluruhan laporan hanya untuk mengetahui isinya secara sekilas mata.

3. Sebagai bahan pertimbangan bagi pembaca

Ringkasan ini bisa difungsikan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna bagi para pembaca. Dengan membaca ringkasan yang tertera di awal halaman, pembaca akan lebih mengetahui kebutuhannya untuk terus melanjutkan membaca atau cukup mengakhiri sampai di sini saja.

Selain fungsi utama di atas, secara lebih terperinci ringkasan ini juga memiliki fungsi lain sebagai berikut:

  • Mengidentifikasikan inti dari sebuah karya ilmiah secara cepat dan akurat
  • Menemukan korelasi dan relevansi dari sebuah karya untuk kepentingan pembaca
  • Menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk membaca karya ilmiah/ laporan 
  • secara keseluruhan atau tidak
  • Menghindari duplikasi agar tak terjadi pengulangan terhadap penelitian yang sama
  • Mengatasi kendala bahasa bagi mereka yang tak memiliki kemampuan untuk memahami teks bahasa asli
  • Dapat digunakan sebagai alat untuk sebuah rujukan atau review
  • Sebagai bukti sebuah karya pernah dibuat dan menunjukkan eksistensi

Jenis Abstrak

Secara fungsional, abstrak termasuk dalam kategori ulasan. Hal ini dikarenakan ringkasan ini menyajikan penjelasan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap sebuah karya ilmiah. Di samping itu, masih ada jenis lain yang perlu Anda ketahui. Klasifikasi ini didasarkan pada isi yang dikandungnya.

1. Abstrak Informatif

Merupakan sebuah uraian singkat dengan kandungan berisikan sajian informasi kuantitatif dan kualitatif secara general.

Uraian ini menyuguhkan metode apa saja yang digunakan selama proses penelitian, apa tujuan penelitian dilakukan, apa saja hasil dan temuan yang didapatkan dari penelitian, serta simpulan dari keseluruhan karya ilmiah yang dibuat. Meski singkat, uraian ini haruslah tetap lengkap dan jelas.

Pada penulisan jenis ini, ringkasan tersebut haruslah murni berisikan materi yang ada dalam karya ilmiah secara utuh dan lengkap.

Tidak diperbolehkan untuk menambahkan pendapat perseorangan, ataupun mengubah makna dan isi yang ada dalam sebuah karya ilmiah. Jumlah kata yang digunakan umumnya terbatas pada kisaran 100 hingga 250 kata saja.

2. Abstrak indikatif

Merupakan suatu jenis ulasan ringkas dan padat yang menyajikan pernyataan umum mengenai sebuah karya tulis ilmiah. Ulasan ini menyuguhkan informasi secara menyeluruh dan runtut. Dimulai dari tujuan, hasil, serta data kuantitatif dan kualitatif secara terbatas.

Tulisan dengan gaya seperti ini umum digunakan untuk karya tulis, seperti hasil diskusi, tinjauan literatur, prosiding, maupun essai.

Sampai di titik ini, Anda sudah memahami makna, fungsi dan jenis abstrak ini bukan? Ingat, agak berbeda dengan ulasan yang lain, Anda tak bisa sembarangan menuliskan opini pribadi dalam ringkasan ini.

Tidak ada komentar untuk "Abstrak: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis dan Contoh"

Berlangganan via Email