Destilasi: Pengertian, Tujuan, Prinsip, Jenis, Penggunaan

Destilasi

Di dalam ilmu pengetahuan kimia terdapat suatu istilah yang dinamakan dengan destilasi, mungkin banyak diantara Anda yang belum mengerti dan paham mengenai istilah tersebut.

Namun, jika banyak diantara Anda yang sudah paham akan pengertiannya, artikel ini bisa menjadi bahan menyimak yang baik dan bagus untuk referensi Anda.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai salah satu istilah yang terdapat di dalam ilmu pengetahuan kimia ini, diantaranya meliputi pengertian, macam-macam hingga penggunaannya. Istilah tersebut berhubungan erat dengan pemisahan campuran antara dua zat yang berbeda.

Pengertian Destilasi

Yang dimaksud dengan destilasi atau penyulingan adalah suatu proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan dan kemudahaan penguapan atau volatilitas bahan yang dicampur.

Penjelasan lain dapat disebut proses pemisahan komponen campuran berdasar titik didih komponen-komponen yang terkandung.

Dalam proses penyulingan, campuran zat dididihkan terlebih dahulu sehingga akan menguap, lalu uap inilah yang kemudian didinginkan lagi dalam bentuk cairan.

Cairan yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu, contohnya dalam proses pemisahan minyak bumi menjadi bahan bakar minyak.

Pengertian lain menyebutkan bahwa yang disebut dengan penyulingan adalah suatu metode yang digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan kondisi yang dibutuhkan dalam mengubah bentuk komponen campuran. Cara memanaskan bisa digunakan dalam memisahkan campuran cairan.

Hal tersebut dilakukan karena komponen yang memiliki titik didih berbeda ke dalam fasa gas, gas itulah yang selanjutnya dikondensasi dalam bentuk cair yang lalu dikumpulkan. Kemudian, terdapat pengulangan dari proses pada cairan yang terkumpul agar kemurnian produk meningkat.

Meskipun istilah penyulingan tersebut kerap dipakai pada cairan, proses sebaliknya dapat digunakan dalam proses pemisahan gas dengan mencairkan komponen mengunakan perubahan tekanan dan suhu. Hal ini juga sebagai penanda bahwa proses penyulingan terjadi secara bertahap dan memerlukan waktu.

Pembahasan serupa di Wikipedia

Tujuan dan Prinsip Kerja

Tujuan Destilasi

Penyulingan atau destilasi memiliki tujuan untuk memurnikan zat cari pada titik didihnya dan memisahkan cairan dari zat padat, penguapan yang dikeluarkan dari campuran zat disebut sebagai uap bebas. Kemudian konsentrat yang jatuh sebagai destilat bagian cari yang tidak menguap disebut sebagai residu.

Proses ini juga dapat disebut dengan sebagai pengentalan apabila yang didingingkan adalah bagian campuran yang tidak menjadi uap atau juga bisa disebut dengan proses evaporasi.

Perlu diketahui bahwa penyulingan ini memiliki prinsin kerja yang menjadi acuan bagaimana mengetahui cara kerja metode ni.

Berikut prinsip kerja penyulingan, "Jika suatu zat pada larutan tidak sama-sama menguap, itu artinya uap larutan akan memiliki komponen yang tidak sama dengan larutan yang aslinya”. Apabila salah satu dari zat menguap, Itu artinya pemisahannya terjadi secara sempurna.

Namun jika keduanya menguap, Proses pemisahannya terjadi secara sebagian tapi destilat maupun produk akan memiliki kaya dapat dari komponen dibanding larutan aslinya.

Selain itu terdapat pula macam-macam destilasi dalam penggunaannya, tentunya beragam jenis ini sudah disesuaikan dengan apa yang ingin dicapai seseorang yang menggunakan.

Pengggunaan

Penyulingan digunakan untuk beragam jenis proses komerisal, seperti diantaranya adalah produksi bensi, air suling, silena, parafin, alkohol, minyak tanah hingga campuran yang lainnya.

Tidak hanya minyak, proses ini juga bisa digunakan untuk mencairkan dan memisahkan gas, seperti oksigen, nitrogen hingga argon suling dari udara.

Macam-macam Destilasi

Macam-macam Destilasi

1. Sederhana

Dasar pemisahan dalam proses penyulingan ini adalah perbedaan titik didih yang jauh dengan salah satu komponen bersifat volatil.

Apabila kemudian campuran dipanaskan, maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Lebih dari itu, perbedaan titik didih ini memiliki pengertian tersendiri.

Bisa juga disebut dengan perbedaan kevolatilan, yakni kecenderungan sebuah substansi ketika berubah menjadi gas, penyulingan dilakukan pada tekanan atmosfer. Aplikasi destilasi sederhana ini pada umumnya digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol yang disertai campuran garam.

2. Fraksionasi

Fraksionasi memiliki fungsi untuk memisahkan dua atau lebih komponen cair dari dalam suatu larutan yang berdasar pada titik didihnya.

 Jenis yang satu ini juga bisa dipakai untuk campuran yang perbedaan titik didihnya kurang dari 20 derajat celcius, bekerja pada tekanan atmosfer terendah.

Jenis yang satu ini biasanya digunakan pada industri minyak mentah, yang membedakannya dengan jenis biasa adalah memiliki kolom fraksionasi. Dalam kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dan dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap pelatnya.

Mengapa terdapat perbedaan suhu? hal ini dikarenakan tujuan yang ingin dicapai dari penyulingan jenis ini adalah pemurnian yang lebih dari pelat-pelat di bawahnya, seaki keatas tingkat pemurnian maka semakin tidak volatil cairan tersebut.

3. Uap

Jenis yang satu ini digunakan pada campuran senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 derajat celcius atau lebih tinggi lagi.

Destilasi uap mampu menguapkan senyawa dengan suhu mendekati 100 derajat celcius dalam tekanan atmosfer hanya dengan menggunakan uap atau air mendidih.

Sifat mendasarnya adalah mampu mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari setiap senyawa campurannya, kemudian juga dapat digunakan sebagai campuran yang tidak larut dalam air dalam semua suhu, jenis yang satu ini biasanya dipakai untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eukaliptus dari ekualiptus, minyak sitrus dari lemon.

4. Vakum

Penyulingan jenis ini digunakan jika senyawa tidak stabil, artinya dapat terdekomposisi sebelum atau ketika mendekati titik didihnya, dalam hal campuran yang memiliki titik didih diatas 150 derajat celcius. Metode ini tidak digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya memakai air dingin.

Hal itu dikarenakan komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan dipakai pompa vakum atau aspirator, yang berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem penyulingan jenis ini.

Setiap proses penyaringan memiliki keunggulan masing-masing dan fungsi yang berbeda, hal ini tak lepas dari kebutuhan berbeda yang dibutuhkan setiap produksi yang ingin dicapai. Karena banyak senyawa campuran yang bisa dimasukkan sebagai bahan dari proses penyulingan itu.

Penjabaran diatas merupakan sebagaian kecil dari pengertian menyeluruh mengani destilasi atau penyulingan.

Diharapkan dengan adanya penjelasan ini para pembaca mampu memahami apa yang dimaksud dengan penyulingan serta prosesnya.

Tidak ada komentar untuk "Destilasi: Pengertian, Tujuan, Prinsip, Jenis, Penggunaan"

Berlangganan via Email