Listrik Dinamis: Pengertian, Rumus, Hukum, Analisis, Contoh

Listrik ada dua, listrik statis dan listrik dinamis. Keduanya memiliki perbedaan, di mana listrik dinamis merupakan listrik yang mengalir atau bergerak, disebut juga sebagai arus listrik.

Listrik yang kerap kita gunakan sehari-hari masuk ke dalam kategori listrik yang dinamis. Itu sebabnya kita bisa menggunakan alat elektronik.

Untuk penjelasan lebih detail, kita akan mencoba membahasnya dalam beberapa sub pembahasan di bawah ini. Pembahasan bisa berkaitan dengan hukum sampai sedetail mungkin yang bisa diulas.

Hambatan Listrik pada Listrik Dinamis

Hambatan Listrik pada Listrik Dinamis

Hambatan listrik merupakan resistor atau komponen yang difungsikan guna mengatur kuat lemahnya arus listrik pada rangkaian.

Resistor dari segi besarannya disebut sebagai resistansi yang memiliki penyebutan satuan bernama ohm. Penamaan ohm sendiri diambil dari penemunya, fisikawan Jerman.

George Simon Ohm merupakan fisikawan asal Jerman tersebut yang berhasil menemukan hubungan langsung dari benda potensial dengan arus listrik yang dihasilkan. Adapun alat ukur yang digunakan untuk mengukur resistansi adalah ohmmeter. Resistansi pada masing-masing bahan itu berbeda-beda.

Bahan yang memiliki resistansi ini dibedakan menjadi 3 jenis, yakni konduktor, isolator, dan semikonduktor. Konduktor bisa menghantarkan listrik dengan lebih baik karena hambatannya kecil.

Contoh konduktor ini adalah besi, perak, alumunium, tembaga, dan berbagai material logam lainnya.
Berbeda dengan isolator yang memiliki hambatan lebih besar sehingga tidak begitu baik dalam penghantaran listrik.

Contoh isolator adalah kayu dan plastik. Semikonduktor dapat memiliki kedua hal tersebut, sebagai isolator maupun konduktor, contohnya adalah karbon, germanium, dan silikon.

Hukum Ohm dan Hukum Sirkuit Kirchoff pada Listrik Dinamis

Hukum Ohm dan Hukum Sirkuit Kirchoff pada Listrik Dinamis

Dalam listrik dinamis itu dikenal dua hukum, yakni hukum ohm dan hukum sirkuit kirchoff. Kita bahas dulu dari hukum ohm, dengan bunyi bahwa perbedaan tegangan pada penghantar sebanding dengan arus yang melewatinya. Jika dimasukkan ke dalam rumus, hukum ohm didefinisikan sebagai V = I x R.

Yang dimaksud dengan V adalah beda potensial dalam satuan volt, sementara I adalah arus listrik dalam satuan ampere, dan R merupakan besar tahanan dalam satuan ohm. Rumus sederhana untuk mencari ketiga hal tersebut adalah I = V/R dan untuk mencari R = V/I, prinsipnya rumus segitiga dalam fisika.

Hukum kedua yang diterapkan dalam listrik bersifat dinamis adalah sirkuit kirchoff, artinya melingkupi perihal tegangan dan juga fenomena arus dalam rangkaian listrik. Hukum sirkuit kirchoff ini ada dua, pertama tentang aliran arus ke titik rangkaian, kedua tentang perbedaan tegangan pada dunia kelistrikan.

Secara sederhana hukum kirchoff satu menerangkan bahwa arus listrik yang masuk dan arus listrik yang keluar memiliki jumlah arus yang sama.

Sementara untuk hukum kirchoff 2 secara sederhana berbunyi jumlah gaya gerak listrik di lingkaran tertutup sama dengan jumlah turunnya potensial di lingkaran itu.

Pembahasan serupa di Wikipedia

Analisis Listrik Dinamis

Analisis Listrik Dinamis

1. Loop 

Listrik dinamis memiliki analisis rangkaian listrik yang memerhatikan dua hal, yakni loop dan junction. Yang dimaksud dengan loop adalah siklus tertutup di titik awal dan titik akhir pada komponen serupa. Satu loop memiliki aliran satu arus listrik dengan komponen-komponen listrik yang bisa saja berbeda.

2. Junction 

Sementara itu yang dimaksud sebagai junction adalah titik temu dari dua atau lebih komponen listrik. Node ini tidak lain merupakan titik temu antar arus-arus listrik dengan besaran variatif.

Penting untuk diketahui bahwa penerapan hukum pada hukum kirchoff itu menerapkan hukum kirchoff satu.

Ketika menganalisis listrik berbentuk dinamis, kedua komponen di atas pasti sangat dibutuhkan. Di mana ketika hendak menganalisis loop maka Anda harus menerapkan hukum kirchoff 2.

Kemudian ketika Anda hendak menganalisis junction maka sebaliknya yang harus diterapkan adalah kirchoff 1.

Anda dapat menentukan arah aliran loop dengan bebas tapi penting untuk diketahui bahwa arus loop selalu searah dengan arus listrik dari sumber tegangan yang sifatnya dominan.

Tanda yang bisa dicari tahu oleh mata adalah bila loop searah maka tandanya positif, kalau loop berlawanan tandanya negatif.

Kuat Arus dan Tegangan Listrik Dinamis

Tegangan Listrik Dinamis

Sumber tegangan listrik pada listrik dinamis disebut juga sebagai beda potensial atau tegangan listrik. Beda potensial atau tegangan listrik ini merupakan banyaknya energi yang digunakan sebagai pemindahan muatan listrik dari satu titik ke titik lainnya yang disebabkan kutub positif dan negatif.

Secara matematis, tegangan listrik atau beda potensial ini dirumuskan oleh V = W/Q. Keterangan untuk V adalah tegangan listrik atau beda potensial dalam volt, kemudian Q  sebagai muatan listrik dalam joule. Anda juga harus mengetahui ada komponen t yang difungsikan sebagai muatan listrik dalam coulomb.

Secara sederhana, tegangan listrik atau beda potensial dapat diukur oleh suatu alat yang disebut dengan voltmeter squad.

Pemasangan voltmeter ini lokasinya paralel dengan benda yang beda potensinya akan diukur. Di samping beda potensial, listrik bersifat dinamis juga mengenal yang namanya kuat arus listrik.

Kuat arus listrik ini memiliki pengertian muatan listrik dalam jumlah tertentu yang berhasil menembus penampang suatu penghantar pada satuan waktu tertentu.

Sama seperti beda potensial, kuat arus listrik juga bisa dirumuskan dengan matematis dalam simbol I = Q/t. I adalah kuat arus listrik dalam ampere, Q adalah muatan listrik dalam C dan terakhir t yang merupakan waktu dalam satuan second atau detik.

Aplikasi Listrik Dinamis pada Beberapa Benda

Aplikasi Listrik Dinamis pada Beberapa Benda

Pengaplikasian listrik yang dinamis pada beberapa benda yang kerap kita temui adalah mobil-mobilan dengan baterai, seperti mini empat WD.

Elemen yang kerap Anda sebut sebagai dinamo sebenarnya merupakan motor yang tidak lain bertugas menggerakkan mobil-mobilan tersebut. Itu kenapa mobil bisa bergerak.

Kedua, contoh listrik yang bersifat dinamis jika diterapkan pada sebuah benda adalah motor listrik. Motor listrik yang ditekan tanda on off nya akan mengikuti keinginan Anda untuk berjalan atau bergerak kalau tombol on. Sebaliknya, kalau tombol off maka listrik tidak akan mengalir sehingga benda diam.

Ada lagi benda yang menggunakan listrik dengan kategori dinamis, yakni lampu senter. Jika pada mobil-mobilan dan motor listrik adanya arus listrik ditandai dengan pergerakan, lain hal pada lampu senter. Tanda dialirinya dengan baik benda satu ini oleh arus listrik adalah senter bisa menyala dan menerangi Anda.

Jika mau memerhatikan dan jeli, serta memahami, sebenarnya ada banyak benda bermuatan listrik dinamis dalam kehidupan sehari-hari kita.

Tidak ada komentar untuk "Listrik Dinamis: Pengertian, Rumus, Hukum, Analisis, Contoh"

Berlangganan via Email